Minggu, 27 September 2009

IMPIANKU

Siapapun tentu punya mimpi. Mimpi yang telah menjadi kenyataan atau mimpi yang tetap menjadi mimpi. Terkadang impian menjadi penyemangat dalam menjalani hidup. Bahkan terkadang mimpi lebih indah dari kenyataan. Mengapa? Setiap orang mimiliki jawaban atas pertanyaan ini. Tapi bagiku, ketika bermimpi aku bisa bebas dari segala kepenatan dan beban yang membelengguku... Di dalam mimpiku inilah aku bisa bebas menjadi diriku dan bebas mengekspresikan apa yang aku inginkan. Inilah sepenggal mimpi-mimpiku.
  • Mimpi gadis balita, aku bermimpi menjadi seorang guru TK dan menjadi dokter. Aku ingin menjadi guru TK yang selalu mengajari anak-anak bernyanyi dan selalu ceria. Aku ingin menjadi dokter agar dapat menyembuhkan orang lain yang sakit. Aku ingin menjadi guru tari yang selalu menari dan menari
  • Mimpi gadis SD, aku bermimpi dapat sekolah di SMP negeri favorit, SMA negeri favorit, dan PTN favorit di kotaku
  • Mimpi gadis SMP, mimpiku aku lulus SMP dengan nilai terbaik dan masuk SMA favorit,dan PAKE JILBAB
  • Mimpi gadis SMA, aku dapat masuk PTN favorit, mengaji bersama saudari-saudariku
  • Mimpi gadis Mahasiswi, aku lulus dengan nilai cumlaude, dapat pekerjaan yang sesuai, dan menikah
  • Mimpi seorang istri, impianku adalah dapat menjadi pendamping suami, penyejuk mata dan hati suamiku, penguat langkah suamiku, teman bagi suamiku, bagian dari hidup suamiku
  • Mimpi seorang ibu, impianku adalah menjadi ibu yang dapat dibanggakan putra putriku, dan mampu menjadikan putra putriku menjadi penolong agama Allah, putra putri yang kuat hati dan fisik memegang iman islam...
  • Impianku sebagai seorang manusia biasa...membangun rumah tangga yang sakinah mawaddah wa rohmah. Memiliki sebuah rumah yang hanya ada aku, suami, dan anak-anakku, di mana aku menjadi ratu bagi rumah yang aku miliki...aku bebas memasak masakan yang disukai suamiku dan anak-anakku, rumah tempat aku mendidik anak-anakku tanpa campur tangan dan gangguan orang lain, rumah tempat aku bekerja, rumah tempat aku istirahat...Mungkinkah rumah itu kudapatkan....rumah ini hanya ada dalam mimpiku dan aku tidak tahu kapan rumah ini terwujud..

Rabu, 02 September 2009

Peluk liha mi....


Itulah kata-kata yang sering saliha-putriku ucapkan setiap menyelesaikan satu pekerjaan. Dan dengan senang hati dan penuh haru akan memeluknya....
Awalnya sih, aku yang ajarin agar dia memelukku... Suatu hari aku dan saliha sedang menyusun puzzle berbagai jenis hewan. Tanpa ku duga dia bisa melengkapi satu lubang puzzle dengan sempurna, langsung aja aku peluk dia...Nah, setelah itu...setiap selesai menyusun puzzle, dia pasti minta peluk...
Nah, pagi ini saliha membantuku merapikan sprei di kamar... hasilnya...lumayan rapi...trus dia bilang"Mi...eluk mbak liha..." hehehe...langsung aja kupeluk dia... duh putriku...matahariku....bidadariku...umi sayang banget padamu..

Rabu, 26 Agustus 2009

Abi opo, atit?


Itulah kata-kata yang meluncur dari bibir mungil salihaku ketika aku sedang mijitin punggung suamiku. Hehehe... aku tidak bisa menahan senyum ketika pertanyaan itu muncul. Kemudian, dengan langkah bergegas sambil berkata," Liha endet obat (liha ambilkan obat). Kaki mungilnya segera menuju ke rak obat. Tangannya kemudian sibuk mencari obat untuk abinya. Tapii... lama mencari tetap ga ketemu2. Akhirnya.... dia membawakan obat buat abinya. Tahu gak obat apa yang diberikan? ORALIT.... hahaha. aku bilang," Itu kan obat punya mbak liha?" Dia jawab," Abi ampil obat mbak liha (abi pinjam obat mbak liha)." "Dimimik Bi, ayo." Aku dan suamiku tersenyum menahan tawa.. Duh saliha...lucu sekali kamu nak. Kamu juga selalu bikin umi dan abi terharu dengan dengan tingkah laku kamu... jadi anak yang solehah ya nak. Jadi matahari, bintang, bulan, bidadari, dan malaikat bagi kami semua... luv u

Rabu, 12 Agustus 2009

saliha...sayang

22 bulan 12 hari, tepatnya 14 september 2007 adalah saat-saat mendebarkan bagiku. Adzan maghrib berkumandang tanda berbuka puasa di hari ke 3 ramadhan. Suara tangis bayi pun seakan ikut bertakbir seiring takbir adzan. Inilah saat kelahiran putriku tercantik yang kami beri nama Saliha Rahmah Pashandya... Kata suamiku nama ini berarti Wanita Sholehah Rahmah di Senja Hari Bulan Ramadhan... Amin
Kini... putriku tumbuh dengan segala kelucuan, kecerdasan, kemandirian, dan kedewasaannya...Hmm...aku bilang dewasa karena kadang dia bersikap seperti orang dewasa. tentu saja dalam bingkai kanak-kanaknya.
Ada saja tingkahnya yang kadang membuat kami tertawa, tersenyum, gemas, tapi juga agak "jengkel" Ahhhh... saliha...kamu selalu membuat kangen umi dan abi juga...i luv u saliha.