Itulah kata-kata yang meluncur dari bibir mungil salihaku ketika aku sedang mijitin punggung suamiku. Hehehe... aku tidak bisa menahan senyum ketika pertanyaan itu muncul. Kemudian, dengan langkah bergegas sambil berkata," Liha endet obat (liha ambilkan obat). Kaki mungilnya segera menuju ke rak obat. Tangannya kemudian sibuk mencari obat untuk abinya. Tapii... lama mencari tetap ga ketemu2. Akhirnya.... dia membawakan obat buat abinya. Tahu gak obat apa yang diberikan? ORALIT.... hahaha. aku bilang," Itu kan obat punya mbak liha?" Dia jawab," Abi ampil obat mbak liha (abi pinjam obat mbak liha)." "Dimimik Bi, ayo." Aku dan suamiku tersenyum menahan tawa.. Duh saliha...lucu sekali kamu nak. Kamu juga selalu bikin umi dan abi terharu dengan dengan tingkah laku kamu... jadi anak yang solehah ya nak. Jadi matahari, bintang, bulan, bidadari, dan malaikat bagi kami semua... luv u
Rabu, 26 Agustus 2009
Abi opo, atit?
Itulah kata-kata yang meluncur dari bibir mungil salihaku ketika aku sedang mijitin punggung suamiku. Hehehe... aku tidak bisa menahan senyum ketika pertanyaan itu muncul. Kemudian, dengan langkah bergegas sambil berkata," Liha endet obat (liha ambilkan obat). Kaki mungilnya segera menuju ke rak obat. Tangannya kemudian sibuk mencari obat untuk abinya. Tapii... lama mencari tetap ga ketemu2. Akhirnya.... dia membawakan obat buat abinya. Tahu gak obat apa yang diberikan? ORALIT.... hahaha. aku bilang," Itu kan obat punya mbak liha?" Dia jawab," Abi ampil obat mbak liha (abi pinjam obat mbak liha)." "Dimimik Bi, ayo." Aku dan suamiku tersenyum menahan tawa.. Duh saliha...lucu sekali kamu nak. Kamu juga selalu bikin umi dan abi terharu dengan dengan tingkah laku kamu... jadi anak yang solehah ya nak. Jadi matahari, bintang, bulan, bidadari, dan malaikat bagi kami semua... luv u
Rabu, 12 Agustus 2009
saliha...sayang
22 bulan 12 hari, tepatnya 14 september 2007 adalah saat-saat mendebarkan bagiku. Adzan maghrib berkumandang tanda berbuka puasa di hari ke 3 ramadhan. Suara tangis bayi pun seakan ikut bertakbir seiring takbir adzan. Inilah saat kelahiran putriku tercantik yang kami beri nama Saliha Rahmah Pashandya... Kata suamiku nama ini berarti Wanita Sholehah Rahmah di Senja Hari Bulan Ramadhan... Amin
Kini... putriku tumbuh dengan segala kelucuan, kecerdasan, kemandirian, dan kedewasaannya...Hmm...aku bilang dewasa karena kadang dia bersikap seperti orang dewasa. tentu saja dalam bingkai kanak-kanaknya.Ada saja tingkahnya yang kadang membuat kami tertawa, tersenyum, gemas, tapi juga agak "jengkel" Ahhhh... saliha...kamu selalu membuat kangen umi dan abi juga...i luv u saliha.
Langganan:
Postingan (Atom)